MANFAAT KUNYIT BAGI AYAM
BROLER
Latar belakang
Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan
jenis ras unggul hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya
produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging. Sebenarnya ayam broiler
ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an. Hingga kini ayam broiler
telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya.Menurut Cahyono
(1995), Menyatakan bahwa ayam broiler memiliki keunggulan berproduksi yang
tinggi dibanding jenis unggas lainnya karena memiliki kemampuan tinggi dalam
mengubah bahan makanan menjadi daging, sedangkan menurut Rasyaf (2003) Broiler
dapat dipotong pada umur dibawah 7 minggu, menghasil daging berkualitas tinggi,
dapat diproduksi dengan berat hidup 1,8-3 kg.Kebutuhan akan protein banyak
disuplai dari dunia perunggasan, baik yang berupa daging atau berupa telur,
namun selama ini kebutuhan daging banyak disuplai dari daging unggas terutama
ayam broiler. Broiler selama ini dikenal karena pertumbuhanya yang sangat cepat
dan efisien untuk dipasarkan, sehingga kebanyakan daging yang ada dipasaran
adalah daging broiler. Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat
tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis, kunyit juga
dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena memiliki kandungan utama kurkumin
dan minyak atsiri yang berfungsi untuk pengobatan (Balittro, 2008). Kunyit juga
dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh selain itu kunyit merupakan jenis
temu-temuan yang mengandung zat aktif seperti minyak atsiri dan senyawa
kurkumin dan dapat meningkatkan kerja organ pencernaan unggas, merangsang
dinding kantong empedu mengeluarkan cairan empedu dan merangsang keluarnya
getah pankreas yang mengandung enzim amylase, lipase, dan protease yang berguna
untuk meningkatkan pencernaan bahan pakan seperti karbohidrat, lemak, dan
protein, disamping itu minyak atsiri yang dikandung kunyit dapat mempercepat
pengosongan isi lambung (Riyadi, 2009). Tetes tebu (molasses) adalah limbah
utama industri pemurnian gula, tetes tebu (molasses) yang memiliki kandungan 25
– 40 % sukrosa dan 12 – 25 % gula pereduksi dengan total kadar gula 50 – 60 %
atau lebih. Molasses merupakan sumber energi yang esensial dengan kandungan
gula didalamnya (Priyono, 2009). Kunyit merupakan
tanaman obat alami karena kunyit memiliki kandungan curcumin dan minyak atsiri
yang dapat meningkatkan kerja organ pencernaan unggas, merangsang dinding
kantong empedu mengeluarkan cairan empedu dan merangsang keluarnya getah
pankreas yang mengandung enzim amylase, lipase dan protease yang berguna untuk
meningkatkan pencernaan bahan pakan. Tetes tebu (molasses) merupakan hasil
samping dari industri pemurnian gula yang masih memiliki kandungan gula yang
sangat tinggi sekitar 60% . Tujuan pemberian larutan kunyit (Curcuma domestica)
dalam air minum adalah untuk meningkatkan kerja organ unggas sedangkan tetes
tebu (molasses) sebagai penambah energi pada tenak dan untuk memberikan aroma
pada larutan kunyit.Kondisi iklim dan lingkungan yang kurang baik dapat
menyebabkan penurunan pertumbuhan broiler dengan kondisi seperti itu maka perlu
penambahan bahan tetes tebu (molasses) dan kunyit karena tetes tebu (molasses)
sebagai penambah energi karena jika kondisi iklim yang kurang baik maka energi
pada pakan tidak digunakan sebagai pertumbuhan tetapi digunakan sebagai
pengganti energi tubuh oleh karena itu perlu penambahan tetes tebu pada air
minum karena tetes tebu memiliki sumber energi esensial sedangkan kunyit
sebagai antibiotik karena kunyit mengandung minyak atsiri berfungsi untuk
pengobatan. Kunyit dapat
meningkatkan kerja organ pencernaan, merangsang dinding kantong empedu
mengeluarkan cairan empedu dan merangsang keluarnya getah pankreas yang
mengandung enzim amilase, lipase, dan protease yang berguna untuk meningkatkan
pencernaan bahan pakan seperti karbohidrat, lemak, dan protein.
AYAM
pedaging adalah jenis ayam yang telah lama mengalami upaya pemuliaan, sehingga
merupakan ayam pedaging yang unggul, mempunyai pertumbuhan, bentuk, ukuran dan
warna yang seragam. Di Indonesia ayam pedaging dipanen pada umur 5 minggu
dengan berat sekitar 1,5-2,0 kg/ekor, tergantung pada manajemen pemeliharaan,
kualitas pakan, dan strain ayam.
Tujuan
pemeliharaan ayam pedaging adalah memproduksi daging dengan kualitas yang baik,
sesuai dengan selera konsumen, yaitu karkas yang baik, dengan lemak rendah.
Biasanya dalam memperoleh karkas yang baik ditambahkan bahan yang dapat memacu
pertumbuhan, misalnya antibiotics. Bahan ini ada yang berakibat kurang baik
bagi manusia yang mengonsumsinya.Hal ini disebabkan timbulnya efek residu dalam
karkas ayam tersebut. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut dicari upaya untuk
melakukan rekayasa penambahan natural antibiotics atau biasa disebut
fitobiotik., Salah satunya dengan menggunakan campuran kunyit dan jahe dalam
pakan ayam pedaging.Kunyit atau Curcuma domestica termasuk salah satu tanaman
rempah yang berasal dari wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Klasifikasi
tanaman kunyit berdasarkan penggolongan dan tata nama tumbuhan adalah sebagai
berikut :
Kingdom
: Plantarum
Divisio
: Spermatophyta
Sub
divisi : Angiospermae
Kelas :
Monocotyledone
Ordo :
Zingiberaces
Famili
: Zingiberaceae
Genus :
Curcuma
Spesies
: Curcuma domestica
Senyawa
yang terkandung dalam tanaman kunyit adalah senyawa kurkuminoid yang memberi
warna kuning padan kunyit. Kurkuminoid ini kebanyakan berupa kurkumin yang
mempunyai kegunaan sebagai anti oksidan, anti inflamasi, efek pencegah kanker
serta menurunkan risiko serangan jantung. Kunyit
termasuk tanaman yang mempunyai banyak kegunaan, terutama bagian rimpangnya
banyak dimanfaatkan untuk keperluan ramuan obat tradisional, bahan pewarna
tekstil dan makanan serta kerajinan tangan, penyedap masakan, bumbu,
rempah-rempah, dan bahan kosmetik. Sebagai tanaman obat rimpang kunyit
bermanfaat sebagai obat sakit gatal, kesemutan, gusi bengkak, luka, sesak
nafas, sakit perut, bisul, sakit limpa, usus kudis, encok, sakit kuning,
memperbaiki pencernaan dan merangsang gerakan usus serta menghilangkan perut
kembung (karminativa), anti diare, obat peluruh empedu (kolagoga), koreng
(skabida), racun serangga (desinfektan), penenang (sedativa), dan penawar racun
(antidota). Kunyit dalam bentuk tepung dapat digunakan
untuk mengoptimalkan kerja organ pencernaan karena kunyit yang termasuk tanaman
famili Zingiberaceae yang sering digunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan
nafsu makan dan mengobati kelainan organ tubuh khususnya pencernaan.Jika
ditambahkan dalam pakan, kunyit diharapkan dapat meningkatkan kerja organ
pencernaan, dan akhirnya berpengaruh terhadap kualitas karkas ayam pedaging.
Fungsi kunyit dalam meningkatkan kerja organ pencernaan unggas adalah
merangsang dinding kantong empedu mengeluarkan cairan empedu dan merangsang
keluarnya getah pankreas yang mengandung enzim amilase, lipase, dan protease
yang berguna untuk meningkatkan pencernaan bahan pakan seperti karbohidrat,
lemak, dan protein. Disamping itu minyak atsiri yang dikandung kunyit dapat
mempercepat pengosongan isi lambung.Kunyit dan Jahe Baik untuk Ayam Broiler Kunyit
dapat meningkatkan kerja organ pencernaan, merangsang dinding kantong empedu
mengeluarkan cairan empedu dan merangsang keluarnya geta... Mekanisme
Pencernaan Ayam Mulut Pakan masuk mulut dalam keadaan utuh atau sudah dikoyak
oleh paruh, kemudian dengan tekanan lidah akan masuk ke rongga pharink dank e..
Katuranggan Ayam Aduan Ngilmu tentang ayam petarung memang tidak ada matinya.
Dari jaman nenek moyang memang sudah dikenal adanya ayam-ayam jawara. Bisa
dikatak...
Istilah Dalam Bidang Perunggasan Poultry/Unggas: Hewan kelas aves yang telah
didomestikasikan yang mampu memberikan nilai ekonomis dalam bentuk barang atau
jasa untuk kesej...Manfaat Temulawak Bagi Kesehatan
Tanaman obat jenis temulawak ternyata dapat mencegah terjadinya berbagai
macam penyakit seperti kolesterol, jantung koroner, stroke dan rema...Ternak
Potong Ternak
potong merupakan salah satu penghasil daging yang memiliki nilai gizi serta
nilai ekonomi yang tinggi. Sejalan dengan meningkatnya j... Fitobiotik
Temulawak Kebutuhan protein hewani dapat dipenuhi dari susu, telur, dan daging.
Daging dapat dipenuhi dari ternak sapi, kambing, ayam, dan ternak yang...
Simental Yang Aduhai Sapi Peranakan Simental memiliki cirri-ciri di antaranya:
ukuran tubuh besar, pertumbuhan otot bagus, penimbunan lemak di bawah kulit
rend...Flu Babi? Jaman semakin maju, demikian pula penyakit pun semakin maju,
apakah karena kemajuan itu menyebabkan kecerobohan sehingga muncul berbagai
pen...Cara Bisnis Online Bersama RpBisnis.com
Program baru yang berkembang melalui situs internet memang terus
bermunculan. Salah satunya adalah
PENGARUH PENAMBAHAN
KUNYIT (Curcuma domestica Val) ATAU TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) DALAM
AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK KARKAS
AYAM BROILER
Manusia
membutuhkan bahan pangan dalam kehidupannya. Salah satu bahan pangan
tersebut berasal dari hasil peternakan sebagai contohnya adalah daging ayam
broiler. Daging ayam broiler merupakan hasil peternakan yang cukup digemari
karena rasa dan aromanya yang khas, kandungan gizinya dapat memenuhi kebutuhan
tubuh manusia dan beraneka ragam cara pengolahannya.Sistem pemeliharaan ayam broiler umumnya dilakukan secara intensif yaitu
dengan jalan mengkandangkan ayam broiler secara terus menerus selama budidaya. Sistem pemeliharaan ini akan meningkatkan resiko
terjadinya wabah penyakit sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan daya
tahan tubuh ayam yang dipelihara terhadap berbagai penyakit infeksi.Karkas yang
baik dapat diperoleh dengan menambahkan bahan additive yang dapat memacu
pertumbuhan. Biasanya bahan pakan tambahan yang diberikan berbahan yang
bersifat kurang baik bagi manusia yang meng-konsumsinya. Hal ini disebabkan
timbul-nya efek residu dalam karkas ayam tersebut. Langkah yang ditempuh untuk
mengantisipasi hal tersebut yaitu dengan melakukan rekayasa penambahan
antibiotika alami. Salah satunya menggunakan bahan tambahan berupa kunyit (Curcuma
domestica Val) atau temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) yang ditambahkan ke
dalam air minum ayam broiler. Pemberian pakan tambahan beru-pa antibiotik
sintetis dilarang penggu-naannya karena dapat menimbulkan efek residu pada
hasil peternakan. Kunyit (Curcuma
domestica Val) atau temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) merupakan tanaman herbal yang termasuk ke dalam antibiotic alami dan tidak mengakibatkan residu atau berbahaya apabila
dikonsumsi oleh ternak maupun manusia. Jika ditambahkan dalam air minum ayam
broiler, dapat meningkatkan kerja organ pencernaan, merangsang keluar- nya
getah pankreas yang mengandung enzim amilase, lipase dan protease. Kandungan
zat aktif yang dimiliki oleh kunyit (Curcuma domestica Val) atau temulawak
(Curcuma xanthorrhiza Roxb) adalah kurkumin dan minyak atsiri yang berfungsi
sebagai kalagoga (dapat meningkatkan sekresi cairan empedu). Mempunyai anti
inflamasi/peradangan, anti bakteri dan anti jamur. Selain minyak atsiri,
kandungan lain yang terdapat di dalam kunyit (Curcuma domestica Val) atau
temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) adalah kurkuminoid yang dapat
meningkatkan nafsu makan yang pada akhirnya akan meningkatkan bobot hidup ayam
broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penambahan kunyit (Curcuma domestical Val) atau temulawak (Curcuma xanthorrhiza
Roxb) dalam air minum terhadap persentase dan kualitas organoleptik karkas ayam
broiler. Pene-litian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi
pengembangan ilmu pengetahuan terutama bagi petani peternak ayam broiler yang
berada di pedesaan maupun perkotaan. Kunyit akan membantu proses metabolisme enzimatis
pada tubuh ayam
Kunyit tak hanya berguna untuk masak
opor. Umbi-umbian berwarna oranye itu ternyata bisa menjadi pakan tambahan
(feed additive) pemacu pertumbuhan broiler. Mekanisme kerjanya, kunyit mampu
membantu proses metabolisme secara enzimatis pada tubuh ayam. Ini dikarenakan
kandungan senyawa curcuminoid dan minyak atsiri pada kunyit.
Selain memacu pertumbuhan, manfaat
lain penggunaan kunyit adalah menghasilkan karkas broiler yang berwarna kuning.
Alternatif dalam mengurangi biaya biaya obat-obatan sehingga bisa meningkatkan
pendapatan peternak broiler. Fakta ini diteguhkan Ir Syahrio Tantalo Yunus, MS,
Dosen pada Jurusan Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Lampung
(Unila), melalui penelitiannya.
??Penelitian ini menghasilkan angka kecernaan ransum
(67,82%), konsumsi ransum (97,43 g/ekor/hari), bobot tubuh (2.533,07 g/ekor),
dan pertambahan berat tubuh (59,09 g/ekor/hari) broiler umur 35 hari dan 42
hari yang diberi air rebusan kunyit (10 g/600 ml) sangat nyata (P ?? 0.01)
lebih tinggi daripada perlakuan lainnya,?? jelasnya.
Air rebusan kunyit (10 g/600 ml) yang dikonsumsi oleh
broiler (198,26 ml/ekor/hari) relatif sama dengan konsumsi air minum pada
perlakuan lain. Kondisi ini menunjukkan bahwa air rebusan kunyit juga disukai
oleh broiler. ??Kunyit bermanfaat secara ekonomis, ditunjukkan adanya
peningkatan pendapatan peternak broiler berdasarkan perhitungan harga broiler dan kunyit pada saat penelitian
dilakukan.???? Pemberian air rebusan kunyit dengan umur panen 35 hari, peternak
broiler memperoleh pendapatan Rp 5.882,38/ekor. Berarti meningkatkan pendapatan
peternak broiler Rp 1.895,88 (Lohmann) dan Rp 2.386,38 (CP 707),?? papar
Syahrio. Pembuatan Air Rebusan Kunyit:
Kunyit diambil bagian rimpang
induknya yang memiliki warna kuning tua dan seragam. Selanjutnya dicuci
menggunakan air bersih, dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, kemudian
ditimbang sebanyak 10 g. Selanjutnya, kunyit diiris tipis-tipis dan diblender
sampai halus. Kunyit yang sudah halus
direbus dalam panci dengan air 1000 ml hingga tersisa air rebusan
sebanyak 600 ml.Air rebusan kunyit diproses malam hari dan diberikan dalam
keadaan dingin pada pagi hari. Pemberian dilakukan berselang sejak ayam umur
satu hari sampai umur 6 minggu. Jumlah pemberian air rebusan kunyit berpedoman
pada kebutuhan air minum broiler sesuai umur pemeliharaan.Prinsip Kerja Kunyit
Beberapa rangkaian penelitian yang dilakukan dengan membandingkan antara kunyit
(level 10 g dan 20 g) dengan sirih (level 10 g, 20 g, dan 30 g) dan campuran
kunyit dan sirih (berbagai level tersebut) pada jenis ransum yang berbeda. Dari
hasil rangkaian penelitian tersebut terbukti dan dapat disimpulkan bahwa
pemberian air rebusan kunyit 10 g/600 ml berpengaruh nyata lebih baik terhadap
pertumbuhan broiler.